ryegasayang

KERTAS KERJA


 

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL)


 

PROGRAM PENGEMBANGAN KARYAWAN

PADA PT. RAMAJAYA PRAMUKTI

(AMARTHA JAYA PLASMA)

KAB. KAMPAR


 


 


 


 


 


 

DI SUSUN OLEH :

ZULKIFLI ANNAS

NPM. 0810091530772


 


 

JURUSAN MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)

BANGKINANG

2011


 


 

HALAMAN PERSETUJUAN


 

NAMA        : ZULKIFLI ANNAS

NPM            : 0810091530772

JUDUL LAPORAN    : PROGRAM PENGEMBANGAN KARYAWAN PADA. PT. RAMAJAYA PRAMUKTI (AMARTHA JAYA PLASMA). KECAMATAN TAPUNG-KABUPATEN KAMPAR

                DISETUJUI OLEH :

    PT. RAMAJAYA PRAMUKTI

DOSEN PEMBIMBING     (AMARTHA JAYA PLASMA).


 


 


 

LAYLA HAFNI, SE. MM    BAMBANG SUHARTO

                MENGETAHUI :

KETUA JURUSAN MANAJEMEN


 


 


 

        Ir. H. SAMSURIJAL. HS. MM


 

BAB I

PENDAHULUAN


 

  1. Latar Belakang

    Dalam era globalisasi sekarang ini peranan perusahaan Perkebunan sangat penting untuk membantu memulihkan kondisi perekonomian, khususnya perkebunan kelapa sawit yang banyak menyerap tenaga kerja. Pembangunan perkebunan kelapa sawit mempunyai dampak positif di Riau khususnya Kabupaten Kampar umumnya terutama untuk meningkatkan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah.

    Keberhasilan pembangunan dibidang perkebunan dalam menghasilkan devisa Negara tergantung kepada kualitas sumber daya manusianya. Didalam kegiatan suatu organisasi sumber daya manusia merupakan modal dasar yang paling utama. Oleh sebab itu diharapkan pembinaan sumber daya manusia akan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

    Suatu perusahaan didirikan berdasarkan salah satu tujuannya adalah untuk memperoleh laba seoptimal mungkin, untuk memperoleh laba tersebut maka salah satu factor yang diperhatikan adalah factor sumber daya manusia yang kaitannya untuk peningkatan kesejahteraan maupun produktifitasnya. Pemimpin perusahaan harus dapat menemukan cara yang paling tepat untuk mendorong (motivasi) sebagai menimbulkan gairah kerja para pegawainya.

    Perkembangan perusahaan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, selain didukung oleh sitem manajemen yang baik juga disertai dengan penggunaan mesin-mesin dan peralatan-peralatan yang lebih canggih, baik untuk keperluan operasional, maupun administrasi perusahaan. Disini mau tidak mau perusahaan harus mampu menyediakan dan menciptakan tenaga kerja yang terampil, cakap, ahli serta siap pakai dalam melaksanakan pekerjaan yang semakin menuntut kemampuan kerja yang lebih tinggi. Peranan ini biasanya diwujudkan dalam bentuk program pelatihan yang terus menerus bagi para pegawai baik yang baru saja diterima maupun yang sudah lama bekerja didalam perusahaan.

    Pengembangan karyawan melalui pendidikan formal dan informal sangat penting. Karena pendidikan adalah salah satu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang, yang mencakup peningkatan penguasa teori dan keterampilan untuk memutuskan persoalan-persoalan yang menyangkup kegiatan pencapaian tujuan.

    Untuk lebih jelasnya berikut data-data spesialisasi kerja karyawan yang diberikan oleh PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) pada tahun 2011 :

No

Jabatan

Jumlah Personil

(Orang)

Pendidikan

Keterangan

1

Manajer

1

S1

 

2

Asisten Kepala

   

3

Kepala Tata Usaha

1

SMU

 

4

Asisten Lapangan/Devisi

5

S1

 

5

Administrasi

3

SMU

 

6

Mandor

8

SMU

 

7

Satuan Pengamanan

7

SMU

 

Sumber :
PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) pada tahun 2011


 

Program pengembangan karyawan dimaksud untuk menutupi kelemahan antara kecakapan atau kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan dan juga meningkatkan efisien dan aktifitas kerja karyawan dalam pencapaian sasaran kerja yang telah ditetapka.

Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui pendidikan dan latihan (Melayu S.P Hasibuan, 2007;69).

Dari latar belakang diatas, penulis tertarik untuk membuat laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan judul "Program Pengembangan Kryawan pada PT. PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma)".

  1. Tujuan

Adapun tujuan dari kertas kerja ini adalah untuk mengetahui secara langsung tentang pelatihan-pelatihan ataupun pendidikan yang ada di PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) karena pelatihan juga ikut membantu mengembangkan Program Pengembangan karyawan pada perusahaan tersebut.

Selanjutnya penulis juga bias membandingkan antara kenyataan dilapangan dengan apa yang telah penulis dapatkan selama mengikuti perkuliahan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangkinang.

Dan untuk mendukung hasil pengamatan yang dilakukan, penulis juga melakukan Tanya jawab dengan karyawan pada PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) mengenai apa-apa pelatihan-pelatihan ataupun pendidikan yang ada di PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma).


 


 


 


 


 


 

  1. Sasaran

Untuk mencapai tujuan seperti diatas, penulis secara langsung menanyakan bagaimana cara karyawan melakukan pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan kinerja karyawan di PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma).


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN


 

  1. Sejarah Perusahaan

PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) yang merupakan anak perusaan SMART (Sinarmas Agro Resour and Tecnology) berousat di Jakarta yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit. Yang berlokasi di daerah transmigrasi Kabupaten Kampar yang terletak di Kecamatan Tapung. Pola pengembangan yang mereka lakukan ada dua pola yaitu :

  1. Pola Transpir
  2. Pola KKPA

Secara legalitas PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) mulai beroperasi di Kabupaten Kampar sejak tahun 1987 tepatnya tanggal 27 November 1987 melalui Dasar Hukum Akte Notaris Syawal Sutan Diatas, SH Nomor Register 102. Melihat pengembangan pola pengembangan kebun kelapa sawit di Riau menjanjikan, pihak perusahaan merubah dan menambah Akte Notaris dengan Notaris yang sama pada tanggal 31 Desember 1997 dengan Nomor Register 113, tanggal 20 Mei 1990 melalui Notaris Winantoi Eirya Hartini, SH diterbitkan Akte Nomor 382,283, dan 384, tanggal 12 Maret 1998 Menteri Kehakiman Republik Indonesia mensyahkan semua Akte PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) dengan surat Nomor C22303.HT.01.HT.88, tanggal 09 September 1998 Menteri Kehakiman kembalimenerbitkan Berita Acara yang mensyahkan publikasi PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) sebagai Perusahaan yang berkedudukan di Jakarta dengan posisi kebun di Desa Petapahan Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar-Riau dengan Nomor Publikasi 933, yang dituangkan dalam berita acara Nomor 73.

  1. Izin Menteri Keuangan Nomor 3-5-77/HK-013/1990
  2. Surat Izin Menteri Pertanian Nomor 260/KTPS/KB.320/4/1990
  3. Surat Menteri Transmigrasi Nomor KEP. 120/MEN/1990

Dari ketiganya bahwa PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) adalah perkembangan perkebunan melalui pola PIR-TRANS unit PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) adalah unit perkebunan yang mempunyai fungsi sebagai Bapak angkat dari PIR (Perkebunan Inti Rakyat) TRANS. Kebun Plasma dengan luas arealnya 760 Ha, dalam kegiatannya perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan bentuknya suatu koperasi yang dikelola oleh ketua KUD mempunyai satuan penempatan (SP) yang terdiri dari 5 (lima) SP, yaitu SP 1 (satu) sampai dengan SP 5 (lima) dan pola KKPA dapat dilihat dalam table berikut.

Tabel 1.2

Luas Lahan Perkebunan PT. Ramajaya Pamukti (Amartha Jaya Plasma)

No

SP

Nama KUD

Luas Lahan (Ha)

Jumlah

Kelompok Tani

1

SP 1

Makmur Lestari

1000

25 KT

2

SP 2

Sibuak Jaya

1066

27 KT

3

SP 3

Muara Mahat

914

25 KT

4

SP 4

Mekar Jaya

964

23 KT

5

SP 5

Mukti Lestari

472

12 KT

 

Jumlah

4426

111 KT


 

  1. Visi, Misi dan Motto Perusahaan

    Dalam aktifitas operasional PT. Ramajaya Pamukti (Amartha Jaya Plasma) menjalin hubungan kerjasama dengan Pemerintah, Rakyat dan perusahaan dalam penanaman dan pengelolaan kebun kelapa sawit untik menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah tempatan seluruh Indonesia dengan tujuan untuk mencapai visi dan misi perusahaan.

    Visi :

        "mengembang luaskan perkebunan plasma di seluruh Wilayah Indonesia"

    Misi :

    1. Berusaha memperluas kebun kelapa sawit baik plasma maupun inti dengan sistem Hak Guna Usaha (HGU).
    2. Menjalin kemitraan dengan petani plasma.

    Motto :

        "kita minta, kita yakin, kita berusaha, kita terima, kita berterimakasih".

        Untuk mencapai visi dan misi dari perusahaan pada prinsipnya perusahaan berkomitmen melakukan kegiatan kemitraan dengan petani, menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani dengan sebaik-baiknya,memperbaiki dan menambah ilmu petani agar meningkatnya hasil buah. Perusahaan harus mengikutsertakan masyarakat disekitar perusahaan untuk terlibat langsung dengan kegiatan perusahaan.

    1. Bentuk Struktur Organisasi

      Organisasi merupakan suatu badan yang didalamnya terdapat orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan. Agar tujuan yang telah ditetapkan tercapai maka orang-orang tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat mengetahui tugas, wewenang dan tanggung jawabnya yang terdapat dalam struktur organisasi perusahaan dapat dilihat pada lampiran I.

    2. Tugas dan Tanggung Jawab Personil

      Berikut adalah tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota organisasi pada PT. Ramajaya Pamukti (Amartha Jaya Plasma) :

      1. Estante Manajer betugas memimpin dan bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan operasional kebun baik secara laporan maupun administrasi.
      2. Asisten Kepala bertugas membantu kepala didalam dan diluar perusahaan untuk melakukan tugas yang telah diberikan kepala kepadanya. Adapun tugas Asisten Kepa sebagai berikut – Perencanaan, - Operasional, - Administrasi, - Supervisi, - Pengawasan dan Pembinaan.
      3. Kepala Tata Usaha bertugas dan bertanggung jawab atas operasional dibidang administrasi dan keuangan umtuk keperluan setiap bulan dengan merencanakan biaya setiap tahun dan mempertanggung jawabkan semua biaya yang digunakan dan hasil kegiatan ke Manajer Perusahaan.
      4. Asisten Devisi bertugas dan bertanggung jawab atas operasionaldivisi yang dipegangnya, baik dilapangan maupun administrasi yang ada dimasing-masing divisi dan wajib melaporkan kegiatan setiap bulan kepada Manajer.
      5. Karyawan kantor bertugas dan bertanggung jawab atas pekerjaan administrasi, perkebunan, keuangan, gudang, pembelian produksi tanaman dan wajib melaporkan dan mempertanggung jawabkan kepada pemimpin perusahaan setiap bulan.
      6. Mandor lapangan bertugas dan bertanggung jawab membantu asisten lapangan dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang ada, baik panen maupun perawatan tanaman dan pemupukan yang dilakukan setiap hari.
      7. Petugas keamanan bertugas dan bertanggung jawab menjaga situasi lingkungan kantor, gudang, lapangan (kebun) secara bergiliran yang terdiri dari 3 Shift, yakni : Shift 1 dari jam 07.00 s/d 15.00 Wib, shift 2 dari jam 15.00 s/d 23.00 Wib, shift 3 dari jam 23 s/d 06.00 Wib.


 


 

  1. Aktifitas Perusahaan
  2. Operasional Perusahaan

PT. Ramajaya Pamukti (Amartha Jaya Plasma) dalam opeasionalnya melakukan penanaman, pengolahan dan pemanenan kelapa sawit yang bermitra dengan petani melalui KUD di 5 (lima) Divisi, untuk 1 Divisi/ KUD dibawahi oleh 1 orang Asisten dan 2 orang Mandor.

Untuk perawatan dan pemupukan perusahaan menyediakan pupuk dan peralatan kebun serta obat-obatan yang diperlukan oleh petani melalui KUD yang telah didirikan pada masing-masing divisi dengan harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Perusahaan mengumpulkan dan membeli hasil panen dari petanimelalui KUD yang telah ditetapka.

  1. Produk yang Dihasilkan

Produk yang dihasilkan oleh PT. Ramajaya Pamukti (Amartha Jaya Plasma) adalah berupa Tandan Buah Segar (TBS) yang dibeli kepada petani melalui KUD yang merupakan hasil kebun plasma. Hasil produk yang dihasilkan oleh KUD pembayarannya melalui kesepakatan harga yang dilakukan setiap minggu selanjutnya perusahaan membuat proses pembayaran ke masing-masing KUD dalam 2 (dua) kali pembayaran setiap bulannya. Tandan buah segar yang telah dipanen dengan kualitas panen standar sebelum dikirim ke PKS dari lapangan tumpuk ke masing-masing tempat pengumpulan hasil (TPH) selanjutnya oleh masing-masing kelompok tani dilakukan penimbangan normal dan langsung dimuat ke truk untuk diangkut ke PKS yang akan diolah untuk menghasilkan CPO.

Untuk menentukan harga, PT. Ramajaya Pamukti (Amartha Jaya Plasma)melakukan rapat tim harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Dapat dilihat pada table dibawah ini :


 


 


 


 


 

Tabel 1.3

Hasil Rapat Tim Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Perkebunan

PT. Ramajaya Pamukti (Amartha Jaya Plasma)

Periode: Rabu-Selasa (1 s/d 7 Sept 2011)

NO

UMUR

TANAMAN

(TAHUN)

PERHITUNGANG HARGA

HARGA

TBS

(RP/KG

INDEKS HARGA R- HARGA R-IS

"K" CPO CPO KARNEL/IS

1

3

87,68 {{ 7.226,30 x 0,1562 )+( 4.351,82 X 0,0307 }}

1.136,38

2

4

87,68 {{ 7.226,30 x 0,1750 )+( 4.351,82 X 0,0405 }}

1.269,52

3

5

87,68 {{ 7.226,30 x 0,1875 )+( 4.351,82 X 0,0430 }}

1.358,70

4

6

87,68 {{ 7.226,30 x 0,1925 )+( 4.351,82 X 0,0450 }}

1.398,19

5

7

87,68 {{ 7.226,30 x 0,2000 )+( 4.351,82 X 0,0465 }}

1.451,69

6

8

87,68 {{ 7.226,30 x 0,2062 )+( 4.351,82 X 0,0480 }}

1.496,92

7

9

87,68 {{ 7.226,30 x 0,2125 )+( 4.351,82 X 0,0500 }}

1.544,69

8

>- 10

87,68 {{ 7.226,30 x 0,2187 )+( 4.351,82 X 0,0510 }}

1.588,01


 

Tabel 1.4

Hasil Rapat Tim Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Perkebunan

PT. Ramajaya Pamukti (Amartha Jaya Plasma)

Periode: Rabu-Selasa (8 s/d 21 Sept 2011)

NO

UMUR

TANAMAN

(TAHUN)

PERHITUNGANG HARGA

HARGA

TBS

(RP/KG

INDEKS HARGA R- HARGA R-IS

"K" CPO CPO KARNEL/IS

1

3

87,40 {{ 7.266,30 x 0,1562 )+( 4.351,91 X 0,0307 }}

1.132,88

2

4

87,40 {{ 7.266,30 x 0,1750 )+( 4.351,91 X 0,0405 }}

1.265,60

3

5

87,40 {{ 7.266,30 x 0,1875 )+( 4.351,91 X 0,0430 }}

1.354,51

4

6

87,40 {{ 7.266,30 x 0,1925 )+( 4.351,91 X 0,0450 }}

1.393,88

5

7

87,40 {{ 7.266,30 x 0,2000 )+( 4.351,91 X 0,0465 }}

1.447,22

6

8

87,40 {{ 7.266,30 x 0,2062 )+( 4.351,91 X 0,0480 }}

1.492,30

7

9

87,40 {{ 7.266,30 x 0,2125 )+( 4.351,91 X 0,0500 }}

1.539,93

8

>- 10

87,40 {{ 7.266,30 x 0,2187 )+( 4.351,91 X 0,0510 }}

1.583,11


 


 

BAB III

FAKTA DAN FENOMENA


 

  1. Fakta

    PT. Ramajaya Pamukti (Amartha Jaya Plasma) dalam upaya pengembangan karyawan telah melakukan beberapa pelatihan pelatihan sangat berguna dan bermanfaat bagi karyawan untuk meningkatkan keterampilan maupun pengetahuan umum bagi karyawan agar pelaksanaan untuk mencapai tujuan yang lebih efisien. Setiap tahun perusahaan selalu memberikan pelatihan, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang spesialisasi kerja masing-masing karyawan, perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan. Untuk lebih jelasnya berikut adalah data karyawan yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai berikut :


 

Tabel 1.2

Daftar Karyawan yang telah mengikuti pelatihan

Pada PT. Ramajaya Pamukti (Amartha Jaya Plasma)

No

Tahun

Nama Pelatihan

Jabatan Yang Mengikuti Pelatihan

Jumlah Personil

Ketarangan Tempat

1

2

3

4

5

6

1

2010

Pelatihan Pelecehan Seksual

Staf

3 Orang

Divisi KUD Kopsa Mukti Lestari

2

2010

Pelatihan SMDP (Senior Managing Development Program)

Asisten

1 Orang

Kalimantan Tengah

3

2010

Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Asisten

2 Orang

Pekanbaru

4

2010

Training Manajemen

Staf

10 Orang

Sungai Rokan Training Zona

5

2010

Pelatihan Field Day (Pengendalian Hama Penyakit / ganuderma

Mandor

10 Orang

Divisi KUD Makmur Lestari

6

2010

Perkebunan Conference

Manager

1 Orang

Thailand

7

2010

MMDP (Manager)

Asisten Kepala

1 Orang

Jakarta

8

2010

BMDP (Basic Manging Development Program)

Staf

1 Orang

Kalimantan Selatan

9

2010

Pendidikan Satpam

Satpam

10 Orang

Kerawang

10

2011

Disnaker Pelatihan sosialisasi UUD 13 Th 2003

   


 

Sumber: PT.Ramajaya Pramukti( Amartha Jaya Plasma)tahun 2011

    

PT.Ramajaya Pramukti ( Amartha Jaya Plasma) dalam upaya pengembangan karyawan telah melakukan upaya-upaya terpadu untuk meningkatkan segenap keterampilan, bakat, kualitas dan energy dalam menunjang aktifitas perusahaan. Pihak perusahaan selalu memperhatikan dan melaksanakn beberapa hal sebagai berikut :

  1. Alternatif Program Pengembangan
    1. Mentoring

    Karyawan yang dianggap senior dan memiliki keahlian khusus menjadi mentor bagi sejumlah karyawan lainnya.

    1. Job Enrichment

      Memperkaya bobot pekerjaan

  2. Prinsip pengembangan karyawan

    Prinsip pengembangan karyawan adalah meningkatkan kualitas dan kemampuan berkerja karyawan sehingga produktivitas perusahaan meningkat

  3. Bentuk-bentuk pengembangan

    Didalam melakukan pengembangan karyawan maka seharusnya perusahaan memperhatikan bagai mana keadaan atau pengembangan karyawan sangat penting bagi pencapaian tujuan yaitu untuk meningkatkan keuntungan yang akan digunakan untuk menunjang kelancaran perusahaan tersebut.pencapaian ini tentu akan memanfaatkan factor manusia sebagai factor utama untuk menjalankan perusahaan.

    Dalam melakukan kebijaksanaan pengembangan karyawan PT.Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma ) melakukan bentuk-bentuk kebijakan sebagai berikut:

  1. Perencanaan Kerja dan Peninjauan

    Tujuan Perencanaan dan Peninjauan ini dilakukan adalah untuk meningkatkan prestasi kerja secara langsung dan terkontrol dimana perencanaan kerja dan peninjauan tersebut terfokus pada pekerjaan individu,

    1. perencanaan Pengembangan

    perencanaan pengembangan karyawan PT.Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) bertujuanuntuk meningkatkan pengetahuaan, keahlian dan sikap karyawan.

    1. Perencanaan Karier

      Perencanaan karier adalah proses yang dilalui oleh individu karyawan untuk mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan kariernya.

    2. Perencanaan Sumber Daya Manusia

      Perencanaan Sumber Daya Manusia terfokus kepada bagai mana organisasi harus bergerak dari kondisi sumber daya manusianya saat ini menuju sumber daya manusia yang dikehendakinya.

  1. Bentuk-bentuk Pengembangan Karyawan
    1. Pengembangan secara informal yaitu karyawan atas keinginan dan usaha sendiri melatih dan mengembangkan dirinya dengan mempelajari buku-buku literature yang ada hubungannya dengan pekerjaan atau jabatannya.Contohnya :

      -Karyawan kantor Kepala Tata Usaha

      -Mandor Asisten manager

      Selain itu upaya yang dilakukan oleh PT.Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma ) adalah membereikan kesempatan untuk peningkatan jabatan dengan mengikut sertakan salam kegiatan treanig sesuai dengan skill yang dimiliki oleh karyawan yang bersangkutan. Pelatihan yang telah dilaksanakan oleh karyawan adalah Pelatihan Peningkatan Kualitas Kerja.

      1. Pengenbangan secara formal yaitu pengembangan karyawan atau sekitar kebun melalui pendidikan formal dimana karyawan yang memiliki ijazah SMA ( Jurusan IPA ) atau SMK ( Jurusan Peertanian ), yang diberikan kesempatan untuk mengikuti test, contoh test adalah Psikotes, kesehatan, jika ternyata lulus dan berbadan sehat akan dikuliahkan ke program dan S1 ( Stipper ) Institute Pertanian Bogor dengan system beasiswa Sinarmas.

        Diploma III (D3) Asisten kebun

        S1 ( Stipper ) Asisten Pabrik

  2. Metode pengembangan
    1. Metode pelatihan atau training
    2. Metode pendidikan atau Education

      Sebagai program-program lainnya, program pengembangan karyawan baik yang operasional maupun manajerial perlu diketahui pelaksanaannya. Untuk latihan karyawan operasional perlu diberi gambaran bagaimana tingkat prestasi kerja sebelum maupun sesudah latihan, kemudian barulah kita dapat melakukan penilaian apakah memang terjadi peningkatan-peningkatan prestasi kerja dan produktivitas.

      Perusahaan tiap tahun memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan kerja melalui pelatihan. Pelatihan diberikan kepada karyawan baru maupun karyawan yang ada sekarang ini,keterampilan yang diberikan adalah keterampilan yang mereka butuhkan pekerjaan. Sementara pelatihan berfokus pada heterampilan yang di butuhkan untuk menjalankan pekerjaan karyawan dan manajemen mengikuti pelatihan yang bersifat jangka panjang. Standar produktivitas PT.Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma ) adalah budjet.

      Menurut Gary Desseler (1997-264), Sesungguhnya tujuan pelatihan adlah lebih luas dewasa ini dari pada masa yang lalu. Perusahaan-perusahaan harus menekankan pelatihan proses produksi mengajar keterampilan teknis yang dituntut untuk melakukan pekerjaan.

      Menurut Henry Simanora (2004, 41), program pelatihan dan pengembangan merupakan serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dan kinerja individu, kelompok atau seluruh organisasi. Sedangkan pengembangan (development) sendiri diartikan sebagai penyiapan individu yang memikul tanggung jawab yang berbeda ata yang lebih .

      Adapun teknik-teknik pelatihan yang diberikan pihak perusahaan PT.Ramajaya Pramukti (amartha jaya plasma) adalah:

      1. Pelatihan ditempat kerja (on the job training)

        PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) melakukan pelatihan ini ditempat kerja disini karyawan dilatih oleh seorang karyawan berpengalaman peserta pelatihan. Berarti membuat orang belajar dengancara menjalankannya secara sesungguh-sungguhnya. Ada beberapa jenis pelatihan yang paling dikenal adalah metode pelatihan (coaching) atau understudy.

      2. Pelatihan magang (Apprenticeship Training)

        Merupakan suatu proses terstruktur yang dengan individu-individu menjadi karyawan terlatih melalui kombinasi intruksi dikelas dan pelatihan di tempat kerja.

      1. Fenomena

        Dari data yang telah diuraikan diatas, agar semua kegiatan berjalan dengan baik maka dibutuhkan suatu perencanaan dalam pengembangan karyawan. Perencanaan merupakan langkah awal yang harus dilakukan. Perencanaan disini adalah perencanaan yang berhubungan dengan pengembangan karyawan.

        Berdasarkan teori yang berhubungan dengan pengembangan karyawan, apa yang telah dilakukan oleh PT> Ramajaya Pramukti dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia telah sejalan dengan tujuan dari perusahaan dan didasarkan kepada kebutuhan jabatan atau pekerjaan dari karyawan yang bersangkutan.

        Sasaran dari pelatihan dan pendidikan yang telah dilakukan adalah :

        1. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan teknis karyawan dalam melakukan pekerjaan.
        2. Meningkatkan keahlian dan kecakapan memimpin serta mengambil keputusan atau manajerial skill.

        Setelah karyawan diseleksi dan ditempatkan, karyawan tersebut diberi pelatihan yang berguna untuk meningkatkan produktivitas mereka. Pengembangan karyawan melalui pendidikan dan pelatihan member manfaat kepada kedua belah pihak yaitu karyawan dan perusahaan. Dimana manfaat yang diperoleh karyawan adalah adanya peningkatan kemampuan atau keterampilan mereka. Sedangkan manfaat yang diperoleh secara keseluruhan merupakan peningkatan bagi perusahaan.

        Pengembangan karyawan dirasa semakin penting manfaatnya karena tuntutan pekerjaan atau jabatan, sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan semakin ketatnya pesaingan diatara perusahaan sejenis, khususnya perusahaan yang mengelola kelapa sawit.

        Pada PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) bentuk pengembangan karyawan kedepannya adalah melakukan pembinaan karyawan melalui pendidikan formal,hal ini sangat penting karena kita tahu bahwa pendidikan adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang, yang mencakup peningkatan penguasaan teori dan keterampilan untuk memutuskan persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan pencapaian tujuan. Pembinaan bagi karyawan akan dapat meningkatkan pengetahuan karyawan dan lebih bersifat teoritis dan lebih banyak ditunjukkan terhadap usaha pembinaan mental dan kewajiban (sikap, tingkah laku, kedewasaan, berpikir dan berkepribadian). Setiap pendidikan juga ditunjukan untuk menstabilisasikan karyawan. Para karyawan PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma)mendapatkan pendidikan secara berencana yang memberikan kemungkinan untuk mengembangkan diri sendiri dalam memangku jabatan yang lebih tinggi, pada umumnya cendrung lebih lama bekerja pada perusahaan tersebut.

        Menurut Heidjraman Ranupandojo, (1999;77) pengembangan karyawan adalah usaha untuk meningkatkan keterampilan maupun pengetahuan umum bagi karyawan agar pelaksanaan untuk mencapai tujuan yang lebih efisien.

        Dari hasil fakta dan diperoleh hasilnya, yakni:

        1. Karyawan PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) sudah melakukan tukas sesuai dengan aturan yang berlaku, melakukan tugas dengan tepat, baik waktu maupun tempat.
        2. Karyawan diberikan kesempatan untuk menambah skill atau ilmu pengetahuan dan memberikan kesempatan pada karyawam untuk mengikuti pelatihan dan seminar tentang perkebunan.
        3. Bentuk pengembangan karyawan kedepan yang dilakukan oleh PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) adalah melakukan pembinaan karyawan melalui pendidikan formal, hal ini sangat penting karena pendidikan adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang, yang mencakup peningkatan penguasaan teori dan keterampilan untuk memutuskan persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan pencapaian tujuan.

          Pelatihan juga ikut membantu mengembangkan Program pengembangan. Pelatihan adalah proses peningkatan terhadap kemampuan individu sebagai suatu pembelajaran yang diberikan kepada seseorang untuk dapat melatih dan mengembangkan diri.

          Pengertian pengembangan karyawan menurut Veithzal Rivai (2004;225) adalah: "pengembangan karyawan adalah proses pelatihan secara sistematis mengubah tingkah laku karyawan untuk mencapai tujuan organisasi".


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis sampaikan kehadirat ALLAH SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia –Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil Praktek Laporan Kerja (PKL) dengan judul "Program Pengembangan Karyawan pada PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) " kecamatan Tapung kabupaten Kampar.

    Laporan Praktek Kerja (PKL) merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk melengkapi mata kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang, mahasiswa wajid mengikuti Prakter Kerja Lapangan sebagai aplikasi pembelajaran terhadap program studi. Manejemen yang mempunyai ciri khas pada Manajemen Perkebunan dan merupakan cara untuk membandingkan ilmu yang dipelajari dibangku perkuliahan dengan aplikasi di lapangan.

    Ucapan terima kasih di sampaikan yang sebesar–besarnya kepada semua pihak yang telah menyelasaikan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini, terutama sekali ucapan terima kasih kepada :

  1. Ir. H. ZAMHIR BASEM. MM , sebagai ketua STIE Bangkinang.
  2. Ir. H. SAMSURIJAL HS. MM , sebagai ketua jurusan manajemen.
  3. LAYLA HAFNI, SE. MM, sebagai Dosen pembimbing.
  4. RAHMAWATI, SE. MM, sebagai Dosen pendamping.
    1. BANGBANG SUHARTO, Manejer PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma).
    2. Pihak Perusahaan PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma).
    3. Rekan-rekan seperjuangan yang tidak dapat dituliskan namanya satu persatu.                                

          Bangkinang, Desember 2011

                                  Penulis


       


       

          ZULKIFLI ANNAS

    BAB IV

    KESIMPULAN DAN SARAN


     

    1. Kesimpulan

      Sebagai kesimpulan pada Laporan Praktek Kerja Lapangan ini adalah :

    2. Kebijaksanaan pengembangan karyawan dilakukan oleh PT. Ramajaya Pramukti (Amartha Jaya Plasma) mempunya dampak positif yakni para karyawan dapat bekerja dengan baik, bersemangat, bermotivasi karena telah dibrkali ilmu tentang (tupoksi) tugas dan fungsi sebagai karyawan.
    3. Kebijaksanaan pengembangan karyawan mempunyai hubungan yang sangat erat terhadap prestasi kerja karyawan. Kebijaksanaan pengembangan karyawan diharapkan dapat menambah kemampuan dan keterampilan.
    4. Hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan untuk mengembangkan karyawan adalah memberikan pelatihan sebagai berikut :
      1. Pelatihan pengamanan kebakaran
      2. Pelatihan pengamanan penyelamatan
      3. Pelatihan pelecehan seksual
      4. Training manajemen
      5. Training manajerial
    5. Saran
    6. Untuk lebh meningkatnya prestasi kerja para karyawan, ada baiknya silakukan system pengembangan karyawan yang sesuai dengan kemampuan dan tingkat pendidikan karyawan.
    7. Untuk mewujudkan tujuan perusahaan dari pengembangan karyawan, pihak manajemen harus mempehatikan bentuk-bentuk pengembangan sesuai dengan kemajuan teknologi.
    8. Sebaiknya pihak manajemen perusahaan disamping menerapkan pengembangan karyawan untuk meningkatkan prestasi kerja juga perlu diperhatiakan jasa karyawan yang telah berprestasi tersebut dengan memberikan kompensasi yang lebih baik sehingga masa depan karyawan terjamin.
ryegasayang

Gulai Rebung

  • Jahe    :    1 sendok
  • Bawang putih    :    ½ sendok
  • Bawang merah    :     2 sendok
  • Kunyit    :    ¼ sendok
  • Roico    :    
  • Daun² Lengkap + Serai    
  • Garam
  • Cabe Merah    :    2 ½ sendok
  • Santan 1 ½ Bungkus    

Asam Podeh Ikan Padang

  • Cabe Merah     :    2 sendok
  • Jahe    :    ½ sendok
  • Bawang Putih    :    1 sendok
  • Bawang Merah    :    1 ½ sendok
  • Lengkuas Tokok
  • Daun² Lengkap + Serai
  • Asam Kandis    : 4Buah

Gulai Ikan

  • Jahe     :    ½ sendok
  • Bawang Putih    :    ½ sendok
  • Bawang Merah    :    1 ½ sendok
  • Kunyit    :     ¼ sendok
  • Daun² Lengkap + Serai
  • Asam Kandis 3 Buah
  • Garam + Ajinomoto
  • Kemiri Ujung Sendok
  • Santan 1½ Bungkus


 


 

Ayam Bumbu

  • Garam Halus    : 1 sendok
  • Lengkuas    :    3 sendok
  • Jahe    :    ¼ sendok
  • Bawang Putih    :    2 sendok
  • Kunyit    :    ¼ sendok
  • Ajinomoto
  • Kemiri 1 Sendok


     

Gulai Ayam

  • Jahe    :    1 sendok
  • Bawang Putih    :    1 ½ sendok
  • Bawang Merah    :    2 sendok
  • Lengkuas    :    ½ sendok
  • Kemiri     :    ¼ sendok
  • Cabe Merah    :    3 Sendok
  • Daun² + Serai
  • Roico + Ajinomoto
  • Garam
  • Lengkuas Tokok
  • Santan 2 Bungkus

Cincang

  • Cabe Merah    :    3 sendok
  • Jahe    :    1 sendok
  • Bawang Putih    :     2 sendok
  • Bawang Merah    :    3 sendok
  • Lengkuas    :    ½ sendok
  • Ketumbar     : 2 Sendok Makan
  • Daun² + Serai
  • Cengkeh + Kulit Manis    : Secukupnya

  • Santan 1 ½ Bungkus
ryegasayang

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya. Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya. Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita. Produksi global atas produk lokal dan lokalisasi produk global Globalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.(A.G. Mc.Grew, 1992). Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bidang tersebut merupakan penggerak globalisasi. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Contoh sederhana dengan teknologi internet, parabola dan TV, orang di belahan bumi manapun akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. kebudayaan gotong royong,menjenguk tetangga sakit dan lain-lain.

B. IDENTIFIKASI MASALAH

Dalam perkembangannya globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan,misalnya : - hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara - terjadinya erosi nilai-nilai budaya, - menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme - hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong - kehilangan kepercayaan diri - gaya hidup kebarat-baratan

C. RUMUSAN MASALAH

Adanya globalisasi menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kebudayaan daerah, salah satunya adalah terjadinya penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa, erosi nilai-nilai budaya, terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.

D. TUJUAN

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu : 1. Mengetahui pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah 2. Untuk meningkatkan kesadaran remaja untuk menjunjung tinggi kebudayaan bangsa sendiri karena kebudayaan merupakan jati diri bangsa


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

BAB II

KERANGKA TEORITIK DAN RUMUSAN HIPOTESIS

A. BATASAN ISTILAH

Dalam pembuatan makalah ini menggunakan istilah-istilah yang sudah dimengerti oleh masyarakat banyak, adapun tujuan dari penggunaan istilah-istilah tersebut yaitu untuk memudahkan pembaca dalam membaca makalah ini.

B. SUDUT PANDANG PENDEKATAN

Sudut pandang yang kami gunakan dalam pembuatan mekalah ini yaitu sudut pandang secara sosiologis dan psikologis yaitu pengaruh globalisasi pada masyarakat umum dan sikap para pemuda dalam menyikapi pengaruh budaya asing.

C. KERANGKA BERPIKIR

Dalam pembuatan makalah ini kami menggunakan pola paragraf dari umum ke khusus, dengan alasan agar pembaca merasa bingung dalam membaca karena dalam membaca dimulai dari hal-hal yang ringan dulu baru meningkat ke hal-hal yang lebih kompleks.

D. RUMUSAN HIPOTESIS

Adanya globalisasi yang memiliki dampak positif maupun negative, maka perlu adanya tindak lanjut dalam menyikapi globalisasi tersebut. Adapun tindakan-tindakan yang dapat dilakukan yaitu : 1. Menambah porsi pengetahuan tentang kebudayaan bangsa di sekolah-sekolah baik mulai dari tingkat SD sampai perguruan tinggi 2. Menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative. 3. Mengadakan berbagai pertunjukan kubudayaan 4. Membatasi acara-acara yang dapat memunculkan rasa cinta terhadap budaya asing.


 


 


 


 


 


 


 

BAB III

PEMBAHASAN

A. GLOBALISASI DAN BUDAYA

Gaung globalisasi, yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat), dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Simon Kemoni, sosiolog asal Kenya mengatakan bahwa globalisasi dalam bentuk yang alami akan meninggikan berbagai budaya dan nilai-nilai budaya. Dalam proses alami ini, setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran. Tetapi, menurut Simon Kimoni, dalam proses ini, negara-negara harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. Dalam rangka ini, berbagai bangsa haruslah mendapatkan informasi ilmiah yang bermanfaat dan menambah pengalaman mereka. Terkait dengan seni dan budaya, Seorang penulis asal Kenya bernama Ngugi Wa Thiong'o menyebutkan bahwa perilaku dunia Barat, khususnya Amerika seolah-olah sedang melemparkan bom budaya terhadap rakyat dunia. Mereka berusaha untuk menghancurkan tradisi dan bahasa pribumi sehingga bangsa-bangsa tersebut kebingungan dalam upaya mencari indentitas budaya nasionalnya. Penulis Kenya ini meyakini bahwa budaya asing yang berkuasa di berbagai bangsa, yang dahulu dipaksakan melalui imperialisme, kini dilakukan dalam bentuk yang lebih luas dengan nama globalisasi.

B. GLOBALISASI DALAM KEBUDAYAAN TRADISIONAL DI INDONESIA

Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa generasi. Pada hakekatnya bangsa Indonesia, juga bangsa-bangsa lain, berkembang karena adanya pengaruh-pengaruh luar. Kemajuan bisa dihasilkan oleh interaksi dengan pihak luar, hal inilah yang terjadi dalam proses globalisasi. Oleh karena itu, globalisasi bukan hanya soal ekonomi namun juga terkait dengan masalah atau isu makna budaya dimana nilai dan makna yang terlekat di dalamnya masih tetap berarti.. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti anekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Keanekaragaman masyarakat Indonesia ini dapat dicerminkan pula dalam berbagai ekspresi keseniannya. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan pula bahwa berbagai kelompok masyarakat di Indonesia dapat mengembangkan keseniannya yang sangat khas. Kesenian yang dikembangkannya itu menjadi model-model pengetahuan dalam masyarakat.

C. PERUBAHAN BUDAYA DALAM GLOBALISASI ; KESENIAN YANG BERTAHAN DAN YANG TERSISIHKAN

Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian terasa. Sekarang ini setiap hari kita bisa menyimak tayangan film di tv yang bermuara dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dll melalui stasiun televisi di tanah air. Belum lagi siaran tv internasional yang bisa ditangkap melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki masyarakat Indonesia. Sementara itu, kesenian-kesenian populer lain yang tersaji melalui kaset, vcd, dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya di tengah-tengah kita. Fakta yang demikian memberikan bukti tentang betapa negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil memegang kendali dalam globalisasi budaya khususnya di negara ke tiga. Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi. Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia. Misalnya saja bentuk-bentuk ekspresi kesenian etnis Indonesia, baik yang rakyat maupun istana, selalu berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian. Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian tradisional kita lenyap begitu saja. Ada berbagai kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus berkembang tanpa harus tertindas proses modernisasi. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami "mati suri". Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi. Bisa jadi fenomena demikian tidak hanya dialami oleh kesenian Jawa tradisional, melainkan juga dalam berbagai ekspresi kesenian tradisional di berbagai tempat di Indonesia. Sekalipun demikian bukan berarti semua kesenian tradisional mati begitu saja dengan merebaknya globalisasi. Di sisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang tetap eksis tetapi telah mengalami perubahan fungsi. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, misalnya saja kesenian tradisional "Ketoprak" yang dipopulerkan ke layar kaca oleh kelompok Srimulat. Kenyataan di atas menunjukkan kesenian ketoprak sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri, terutama ketoprak yang disajikan dalam bentuk siaran televisi, bukan ketoprak panggung. Dari segi bentuk pementasan atau penyajian, ketoprak termasuk kesenian tradisional yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Selain ketoprak masih ada kesenian lain yang tetap bertahan dan mampu beradaptasi dengan teknologi mutakhir yaitu wayang kulit. Beberapa dalang wayang kulit terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto tetap diminati masyarakat, baik itu kaset rekaman pementasannya, maupun pertunjukan secara langsung. Keberanian stasiun televisi Indosiar yang sejak beberapa tahun lalu menayangkan wayang kulit setiap malam minggu cukup sebagai bukti akan besarnya minat masyarakat terhadap salah satu khasanah kebudayaan nasional kita. Bahkan Museum Nasional pun tetap mempertahankan eksistensi dari kesenian tradisonal seperti wayang kulit dengan mengadakan pagelaran wayang kulit tiap beberapa bulan sekali dan pagelaran musik gamelan tiap satu minggu atau satu bulan sekali yang diadakan di aula Kertarajasa, Museum Nasional.


 


 


 


 

D. PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP BUDAYA BANGSA

Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia . Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Di Tapanuli (Sumatera Utara) misalnya, duapuluh tahun yang lalu, anak-anak remajanya masih banyak yang berminat untuk belajar tari tor-tor dan tagading (alat musik batak). Hampir setiap minggu dan dalam acara ritual kehidupan, remaja di sana selalu diundang pentas sebagai hiburan budaya yang meriah. Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah (TMII). Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Sudah lazim di Indonesia untuk menyebut orang kedua tunggal dengan Bapak, Ibu, Pak, Bu, Saudara, Anda dibandingkan dengan kau atau kamu sebagai pertimbangan nilai rasa. Sekarang ada kecenderungan di kalangan anak muda yang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata gue (saya) dan lu (kamu). Selain itu kita sering dengar anak muda mengunakan bahasa Indonesia dengan dicampur-campur bahasa inggris seperti OK, No problem dan Yes', bahkan kata-kata makian (umpatan) sekalipun yang sering kita dengar di film-film barat, sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata ini disebarkan melalui media TV dalam film-film, iklan dan sinetron bersamaan dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion . Gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti perkembangan jaman. Ada kecenderungan bagi remaja putri di kota-kota besar memakai pakaian minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Budaya perpakaian minim ini dianut dari film-film dan majalah-majalah luar negeri yang ditransformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia . Derasnya arus informasi, yang juga ditandai dengan hadirnya internet, turut serta `menyumbang` bagi perubahan cara berpakaian. Pakaian mini dan ketat telah menjadi trend dilingkungan anak muda. Salah satu keberhasilan penyebaran kebudayaan Barat ialah meluasnya anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di Barat merupakan suatu yang universal. Masuknya budaya barat (dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan `baik`. Pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilai sosial dan budaya Timur (termasuk Indonesia ) sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan nilai-nilai ketimuran.


 


 


 


 

E. TINDAKAN YANG MENDORONG TIMBULNYA GLOBALISASI KEBUDAYAAN DAN CARA MENGANTISIPASI ADANYA GLOBALISASI KEBUDAYAAN

Peran kebijaksanaan pemerintah yang lebih mengarah kepada pertimbangan-pertimbangan ekonomi daripada cultural atau budaya dapat dikatakan merugikan suatu perkembangan kebudayaan. Jennifer Lindsay (1995) dalam bukunya yang berjudul 'Cultural Policy And The Performing Arts In South-East Asia', mengungkapkan kebijakan kultural di Asia Tenggara saat ini secara efektif mengubah dan merusak seni-seni pertunjukan tradisional, baik melalui campur tangan, penanganan yang berlebihan, kebijakan-kebijakan tanpa arah, dan tidak ada perhatian yang diberikan pemerintah kepada kebijakan kultural atau konteks kultural. Dalam pengamatan yang lebih sempit dapat kita melihat tingkah laku aparat pemerintah dalam menangani perkembangan kesenian rakyat, di mana banyaknya campur tangan dalam menentukan objek dan berusaha merubah agar sesuai dengan tuntutan pembangunan. Dalam kondisi seperti ini arti dari kesenian rakyat itu sendiri menjadi hambar dan tidak ada rasa seninya lagi. Melihat kecenderungan tersebut, aparat pemerintah telah menjadikan para seniman dipandang sebagai objek pembangunan dan diminta untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan simbol-simbol pembangunan. Hal ini tentu saja mengabaikan masalah pemeliharaan dan pengembangan kesenian secara murni, dalam arti benar-benar didukung oleh nilai seni yang mendalam dan bukan sekedar hanya dijadikan model saja dalam pembangunan. Dengan demikian, kesenian rakyat semakin lama tidak dapat mempunyai ruang yang cukup memadai untuk perkembangan secara alami atau natural, karena itu, secara tidak langsung kesenian rakyat akhirnya menjadi sangat tergantung oleh model-model pembangunan yang cenderung lebih modern dan rasional. Sebagai contoh dari permasalahan ini dapat kita lihat, misalnya kesenian asli daerah Betawi yaitu, tari cokek, tari lenong, dan sebagainya sudah diatur dan disesuaikan oleh aparat pemerintah untuk memenuhi tuntutan dan tujuan kebijakan-kebijakan politik pemerintah. Aparat pemerintah di sini turut mengatur secara normatif, sehingga kesenian Betawi tersebut tidak lagi terlihat keasliannya dan cenderung dapat membosankan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dikehendaki terhadap keaslian dan perkembangan yang murni bagi kesenian rakyat tersebut, maka pemerintah perlu mengembalikan fungsi pemerintah sebagai pelindung dan pengayom kesenian-kesenian tradisional tanpa harus turut campur dalam proses estetikanya. Memang diakui bahwa kesenian rakyat saat ini membutuhkan dana dan bantuan pemerintah sehingga sulit untuk menghindari keterlibatan pemerintah dan bagi para seniman rakyat ini merupakan sesuatu yang sulit pula membuat keputusan sendiri untuk sesuai dengan keaslian (oroginalitas) yang diinginkan para seniman rakyat tersebut. Oleh karena itu pemerintah harus 'melakoni' dengan benar-benar peranannya sebagai pengayom yang melindungi keaslian dan perkembangan secara estetis kesenian rakyat tersebut tanpa harus merubah dan menyesuaikan dengan kebijakan-kebijakan politik. Globalisasi informasi dan budaya yang terjadi menjelang millenium baru seperti saat ini adalah sesuatu yang tak dapat dielakkan. Kita harus beradaptasi dengannya karena banyak manfaat yang bisa diperoleh. Harus diakui bahwa teknologi komunikasi sebagai salah produk dari modernisasi bermanfaat besar bagi terciptanya dialog dan demokratisasi budaya secara masal dan merata. Globalisasi mempunyai dampak yang besar terhadap budaya. Kontak budaya melalui media massa menyadarkan dan memberikan informasi tentang keberadaan nilai-nilai budaya lain yang berbeda dari yang dimiliki dan dikenal selama ini. Kontak budaya ini memberikan masukan yang penting bagi perubahan-perubahan dan pengembangan-pengembangan nilai-nilai dan persepsi dikalangan masyarakat yang terlibat dalam proses ini.. Globalisasi budaya yang begitu pesat harus diantisipasi dengan memperkuat identitas kebudayaan nasional. Berbagai kesenian tradisional yang sesungguhnya menjadi aset kekayaan kebudayaan nasional jangan sampai hanya menjadi alat atau slogan para pemegang kebijaksanaan, khususnya pemerintah, dalam rangka keperluan turisme, politik dsb..


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pengaruh globalisasi disatu sisi ternyata menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia . Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai pudar. Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang diberlakukan di dalamnya, telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Radhakrishnan dalam bukunya Eastern Religion and Western Though (1924) menyatakan "untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, kesadaran akan kesatuan dunia telah menghentakkan kita, entah suka atau tidak, Timur dan Barat telah menyatu dan tidak pernah lagi terpisah. Artinya adalah bahwa antara barat dan timur tidak ada lagi perbedaan. Atau dengan kata lain kebudayaan kita dilebur dengan kebudayaan asing. Apabila timur dan barat bersatu, masihkah ada ciri khas kebudayaan kita? Ataukah kita larut dalam budaya bangsa lain tanpa meninggalkan sedikitpun sistem nilai kita? Oleh karena itu perlu dipertahanan aspek sosial budaya Indonesia sebagai identitas bangsa. Caranya adalah dengan penyaringan budaya yang masuk ke Indonesia dan pelestarian budaya bangsa. Bagi masyarakat yang mencoba mengembangkan seni tradisional menjadi bagian dari kehidupan modern, tentu akan terus berupaya memodifikasi bentuk-bentuk seni yang masih berpolakan masa lalu untuk dijadikan komoditi yang dapat dikonsumsi masyarakat modern. Karena sebenarnya seni itu indah dan mahal. Kesenian adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya dan tidak dimiliki bangsa-bangsa asing. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda, yang merupakan pewaris budaya bangsa, hendaknya memelihara seni budaya kita demi masa depan anak cucu.

B. SARAN – SARAN

Dari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan yaitu : 1. Pemerintah perlu mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa 2. Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnya 3. Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya 4. Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative. 5. Masyarakat harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa kita.


 


 


 


 

DAFTAR PUSTAKA

1. Kuntowijoyo, Budaya Elite dan Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.

2. Sapardi Djoko Damono, Kebudayaan Massa dalam Kebudayaan Indonesia: Sebuah Catatan Kecil dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.

3. Fuad Hassan. "Pokok-pokok Bahasan Mengenai Budaya Nusantara Indonesia". Dalam http://kongres.budpar.go.id/news/article/Pokok_pokok_bahasan.htm, didownload 7/15/04.

4. Koenjaraningrat. 1990. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

5. Adeney, Bernard T. 1995. Etika Sosial Lintas Budaya. Yogyakarta: Kanisius. Al-Hadar Smith, "Syariah dan Tradisi Syi'ah Ternate", dalam http://alhuda.or.id/rub_budaya.htm , didown load 7/15/04.

6. http://www.google=pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah.com/